Minggu, 15 Desember 2013

suspensi



SUSPENSI
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan rersispersikan sempurna dalam cairan pembawa, atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentk serbuk halus, dengan atau tanpa zat tambahan, yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang ditetapkan. Yang pertama berupa suspensi jadi. Sedangkan yang kedua berupa serbuk untuk suspensi yang harus disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan.

Keuntungan Sediaan Suspensi :
·         Baik digunakan bagi pasien yang sukar menerima tab / kap terutama anak”
·         Homogenitas tinggi
·    Lebih mudah diabsorpsi dari pada tablet atau kap (karena luas permukaan kontak antara zat aktif dengan saluran cerna meningkat)
·         Dapat menutupi rasa tidak enak / pahit obat (dari larut atau tdk nya)
·         Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air

Kekurangan Sediaan Suspensi :
·         Kestabilan rendah (penumbuhan kristal jika jenuh, degradasi dll)
·         Jika membentuk cacking akan sulit terdispersi kembali sehingga ho,ogenitasnya turun.
·         Alirannya menyebabkan sukar dituang
·         Ketepatan dosis lebih rendah dari pada bentuk sediaan larutan
·  Pada saat penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahan sistem dispersi (cacking, flokulasi, deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi (perubahan temperatur)
·         Sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu uuntuk memperoleh dosis yang diinginkan.

Macam” Suspensi :
1.      Berdasarkan penggunaan
·         Sup.oral
·         Susp.topikal
·         Susp.tetes telinga
·         Susp.optalmik
2.      Berdasarkan istilah
·         Susu
·         Magma
·         lotio
3.      Berdasarkan sifat
·         Susp.deflokulasi
·         Susp.Flokulasi

Syarat Suspensi :
·         Tdk blh d injeksikan secara i.v atau intra tekal
·         Susp yg dinyatakan untuk digunakan dengan cara ertentu harus mgd zat antimikroba
·         Susp harus dikocok sebelum digunakan
·         Susp harus disimpan dalam wadah tertutup rapat
·         Zat yamg terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap
·         Jika dikocok harus segera terdispersi kembali
·         Dapat mgd zat tambahn untuk menjamin stabilitas susp
·         Kekentalan susp tdk blh terlalu tinggi agar sedian mudah di kocok dan di tuang
·       Karakteristik susp harus d buat sdmkian rupa shg ukuran partikel dri suspensoid tetap agak  konstan untuk yang lama pada penyimpanan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam suspensi :
·         Kecepatan sedimentasi
·         Pembasahanan serbuk
·         Penyebab floatasi
·         Pertumbuhan kristal
·         Pengaruh gula
·         Deflokulasi dan flokulasi
·         Pengaruh alat-alat pendispersi

Formulasi
·         Sifat fisik untuk formulasi suspensi yang baik
1)     Suspensi harus tetap homogen pada suatu perioda
2)    Pengendapan yang terjadi pada saat penyimpanan harus mudah didispersikan kembali pada saaat pengocokan
3) Suspensi harus kental untuk mengurangi kecepatan pengendapan partikel yang terdispersi
4)   Partikel; suspensi harus kecil dan seragam sehingga memberikan penampilan hasil jadi baik dan tidak kasar.

·         Formula umum
R/        Zat Aktif
     Bahan Tambahan: Suspending Agent, bahan pembasah, pemanis, pewarna, pewangi, pengawet, dapar atau Acidiier, anti oksidan, anti caking, floculating agent, anti busa.
                 Bahan Pembawa: Air, Sirup, dll.

·         Bahan tambahan
1.      Bahan pensuspensi
Fungsi: memperlambat pengendapan, mencegah penurunan partikel, mencegah penggumpalan.
Cara kerja: meningkatkan kekentalan, kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan. Suspensi yang baik mempunyai kekentalan yang sedang dan partikel yang terlindung dari gumpalan
Faktor pemilihan suspending agent:
a.       Penggunaan bahan (oral/topikal)
b.      Komposisi kimia
c.       Stabilias pembawa dan waktu hidup produk
d.      Produk, sumber, inkompatibilitas dari suspending agent
Contoh:
a.       Golongan poli sakarida
b.      Golongan selulosa larut air
c.       Golongan tanah liat
d.      Golongan sintetik

2.      Bahan pembasah
Fungsi: menurunkan tegangan permukaan bahan dengan air dan meningkatkan dispersi bahan yang tidak larut.
Cara kerja: menghilangkan lapisan udara pada permukaan zat padat, sehingga zat padat ditambah humektan lebih mudah kontak dengan pembawa
Contoh: gliserin, propilenglikol, polietilenglikol dll.

3.      Pemanis
Fungsi: untuk memperbaiki rasa dari sediaan.
Catatan:
-          Pemanis yang biasa digunakan: sorbitol 70%, sukrosa 20 – 25%
-          Sebagai kombinasi dengan pemanis sintetis: siklamat 0,5%, sakarin 0,05%
-          Kombinasi sorbitol: sirupus simplex (30%b/v, 10%b/v)
-      pH lebih besar dari 5 dipakai sorbitol karena, sukrosa pada pH ini akan terurai dan   menyebabkan perubahan volume.
-  Sukrosa dapat menyebabkan kristalisasi, untuk mreduksi kristalisasi ini maka dikombinasi dengan sorbitol, gliserin, dan polyol lain. Sukrosa stabil pada pH 4 – 8

4.      Pewarna dan Pewangi
Asin: butterscoth, mafile, apricot, peach, vanili, wintergreen mint
Pahit: wild cherry, wallnut, coklat, mint combination, fashion fruit, mint spice anisi
Manis: buah-buahan berry, vanili, asam, sitrus, licorice, rootbeer, raspberry

5.      Pengawet
Pengawet yang ideal harus memenuhi 3 kriteria:
-          Harus efektif menyerang pada spektrum broad mikroorganisme
-          Secara fisika, kimia, dan mikrobiologi stabil dalam produk untuk jangka waktu yang panjang
-          Tidak toksis dan sensitif, harus larut dan kompatibel dengan komponen lain dalam formula

6.      Antioksidan
Cara kerja, memblikir reaksi oksidatif yang berantai pada tahap awal dengan memberikan atom hidrogen. Hal ini akan merusak radikal bebas dan mencegah terbentuknya peroksida.

7.      Pendapar
Fungsi: mengatur pH, memperbesar potensial pengawet dan meningkatkan kelarutan

8.      Acidifier
Fungsi: mengatur pH meningkatkan kestabilan suspensi, memperbesar potensial pengawet menigkatkan kelarutan

9.      Flokulating agent
Flokulating agent dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu:
a.       Surfaktan
b.      Polimer hidrofillik
c.       Clay
d.      Elektrolit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar